Pertolongan Allah datang kepada seseorang, sering melalui perantara yang sederhana dan tidak disangka-sangka. Hal itu merupakan perwujudan dari kuasa Allah ta’ala yang tidak ada batas. Apabila Allah berkehendak, Dia tinggal mengatakan “jadi” maka jadilah. Pertolongan Allah yang tidak disangka-sangka sumbernya, menjadikan jiwa seorang muslim merasa tentram pada saat menjadikan Allah sebagai sandaran jiwa dalam menghadapi segala masalah dan ujian kehidupan.
Sifat “tidak disangka-sangka” dari banyak pertolongan Allah, sebenarnya satu ketetapan indah yang Allah tunjukkan kepada orang-orang yang beriman, agar nilai pertolongan itu semakin besar dan membekas di dalam jiwa manusia. Menjadikan orang-orang yang beriman semakin tunduk dan merendahkan diri di hadapan Allah. 
Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama. Kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari (siksa) Allah; Maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. 
(QS. al-Hasyr: 2)
PERTOLONGAN ALLAH KEPADA NABI NUH ‘alaihis salaam
Allah ta’ala setelah melihat kesabaran nabi Nuh ‘alaihis salaam yang berdakwah selama 950 tahun, dan juga kesabaran para pengikutnya yang hanya sedikit, maka Allah perkenankan doa nabi Nuh untuk menghukum kaumnya yang ingkar kepada Allah.
Allah perintahkan nabi Nuh untuk membangun kapal, sedangkan umat nabi Nuh berada di gurun pasir yang jauh dari laut. Pasti, menurut nalar manusia, perintah Allah tersebut tidak masuk akal sama –sekali. Oleh karenanya, Nabi Nuh mendapatkan cemoohan dari kaumnya yang inkar.
Dan mulailah Nuh membuat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan meliwati Nuh, mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh: “Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami).”
(QS. Hud: 38)
Imam Ibnu Katsir menyampaikan bahwa sebagian ulama salaf mengatakan kapal itu dibuat dengan cara menanam pohon selama seratus tahun dan merangkai serta memahatnya menjadi kapal selama seratus tahun pula. Wallaahu a’lam.
Kemudian pada waktu hukuman bagi kaum yang ingkar datang, di waktu bersamaan pertolongan Allah pun turun pada orang orang yang beriman. Dari manakah muncullnya air bah yang menggelamkan kaum yang ingkar? Air itu berasal dari hujan yang terus menerus dan permukaan tanah yang tiba-tiba memancarkan air di tengah tempat tinggal kaum nabi Nuh ‘alaihis salaam.
 Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah. Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air, maka bertemu- lah air-air itu untuk suatu urusan yang sungguh telah ditetapkan.
(QS. al-Qamar: 11-12)
Demikianlah, banjir besar menimpa umat yang ingkar kepada Allah tanpa mereka sangka-sangka kemunculan airnya.
PERTOLONGAN ALLAH KEPADA NABI MUSA ‘ALAIHIS SALAAM 
Nabi Musa ‘alaihis salaam harus berhadapan dengan tirani kejam dan bangis yang memiliki banyak sekali pasukan. Ibnu Abbas radhiyallaahu ‘anhumaa menyebutkan bahwa pasukan Fir’aun berjumlah satu juta personel. ( kekuatan yang sangat-sangat besar untuk ukuran negara pada masa kira kira tiga ribu tahun yang lalu). Allah mensifati musuh nabi Musa dengan firman-Nya:
Dan kaum Fir’aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak),
(Qs. al-Fajr: `10) 
Bagaimana Allah ta’ala mengalahkan pasukan Fir’aun yang begitu besar? yaitu dengan sekali pukulan tongkat nabi Musa ‘alaihis salaam. Tongkat yang selama ini diketahui bisa berubah menjadi ular dan dipakai dalam berbagai keperluan sehari-hari, rupanya memiliki manfaat paling besar di akhir perjalanan musuh-musuh Allah. yaitu, dia bisa membelah lautan yang akhirnya menenggelamkan Fir’aun beserta seluruh pasukan besarnya.
Lalu Kami wahyukan kepada Musa: “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu”. Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain. Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya.Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu.
(QS. asy-Syu’ara’: 63-66)
PERTOLONGAN ALLAH KEPADA NABI AYYUB ‘ALAIHIS SALAAM
Nabi Ayyub ‘alaihis salaam diuji oleh Allah dengan penyakt yang berkepanjangan. Imam Ibnu Katsir menyebutkan bahwa sakit yang beliau derita, selama 18 tahun. Dengan segenap bagian tubuh menderita sakit, kecuali hati dan jiwanya yang tetap penuh keimanan.
Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhan-nya: “Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan”. 
(QS. Shad: 41)
Bagaimana Allah ta’ala menghilangkan segala macam penyakitnya, kemudian dikembalikan seluruh keluarga dan harta dua kali lipat? Rupanya dia datang “hanya” dengan hentakan kaki nabi Ayyub ‘alaihis salaam:
(Allah berfirman): “Hantamkanlah kakimu; Inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum.” Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai fikiran.
(QS. Shad: 42-43)
MAKNANYA….?
Seorang yang beriman kepada Allah, tidak boleh putus asa dengan rahmat dan pertolongan Allah. Bagi Allah ta’ala mengangkat berbagai musibah dan bencana, lebih ringan dari mudahnya manusia membolak balik telapak tangan.
Kita tidak tahu bagaimana cara Allah mengangkat wabah penyakit yang hari ini menyebar, bagiNya urusan itu ringan. Tugas kita adalah tetap mentaati Allah dan tidak berhenti berharap padaNya serta berikhitiyar menghilangkan bencana dengan segenap daya upaya….
admin Fahrurozi Abu Syamil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *