Berbeda pendapat dalam masalah cabang agama adalah rahmat

Di akhir kitab lum’atul a’tiqod disebutkan

Bahwa perbedaan pendapat dalam maslaah cabang agama adalah rahmat yang luas dan baik untuk umat, adapun kesepakatannya adalah hujjah yang gak boleh diselisihi

Karena kata syeikh ibn utsaimin dalam penjelasan beliau para sahabat sudah berselisih dari jaman nabi dan perbedaan pendapat di zaman mereka gak menjadikan mereka bermusuhan

Qultu : kita ini harus terbiasa dengan hal2 yang berbeda dengan kita dalam masalah cabang agama, gak usah saling sindir, menjatuhkan lagi merasa benar sendiri yang lain salah

Meskipun rojih menurut yang ia pegang, maka harus ia yakini bahwa rojih itu artinya pendapatnya ia 51% dan pendapat orang lain 49%

Jangan dimaknai kalo rojih itu pendapat ia 99%yang marjuh 1%

Ini bukan iklan d*ttol ini kaedah ushul fiqh

Dan para ulama dalam membahas aqidah bisa dibilang gak memasukkan bab fiqh kecuali masalah mashul khuf saja sebagai pembeda dengan syiah

Maka selain itu mau qunut gak qunut mau isbal gak isbal, mau merapikan jenggot atau gak merapikan gak ada masalah dngn bab aqidah

Itu fiqh furu dan aqidah ushul dien

Tapi yang aneh jaman sekarang dianggep ngerti aqidah kalo udah jenggotan, udah gak isbal

Kan lucu? Kriteria benernya diliat dari sini bukan dari pemahaman bab aqidah?

Jadi pahami dengan benar dan tambah sikap tolerannya sesama saudara muslim agar dapar mengurangi keributan yang ada

Didepan kita saat ini ada komunis2 kafir yang lagi bersiap merusak negeri kita, lalu apa yang kita siapkan kalo ribut terus?

Kalau anda masih mau ribut itu urusan anda, ana hanya mau menyadarkan yang mau bangun dari kelalainnya saja

Semoga Allah jaga negeri kita saat ini dari gangguan syiah, liberal dan komunis pada khususnya

admin Aboud Basyarahil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *