Bermadzhab Bukan Berarti Fanatik Buta (Taqlid)

BERMADZHAB BERARTI FANATIK BUTA? Perlu kami tegaskan di sini, bahwa tidak ada kelaziman bahwa orang yang bermadzhab dengan salah satu madzhab yang empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali) pasti fanatik. Tidak ada sama sekali. Kalau oknum, mungkin saja ada dan itu wajar yang hal ini bisa terjadi pada siapapun dan kelompok manapun. Bahkan jika kita…

Read more

Cara Berpakaian Orang yang Paham Agama

Seorang ahli ilmu, baik dia seorang ulama, atau ustadz, atau da’i, atau yang semisalnya, hendaknya berpenampilan (style) yang menunjukkan akan profesinya. Terkhusus pada acara-acara resmi seperti ketika mengajar, atau kajian, atau seminar, atau ibadah, atau memberi fatwa, dan yang semisalnya. Kalau di negeri kita, Indonesia, pakaian ahli ilmu itu punya ciri khas yang mungkin tidak…

Read more

Hikmah dalam menyampaikan ilmu

Hikmah dalam menyampaikan ilmu Tidak semua pembahasan ilmu layak untuk disampaikan kepada masyarakat awam. Ada yang layak disampaikan dan ada yang tidak. Memaksakan diri untuk menyampaikan pembahasan ilmu yang berat, rumit, dan sulit dipahami kepada mereka, hanya akan menimbulkan fitnah, dikarenakan keterbatasan ilmu dan kemampuan untuk memahami yang mereka miliki. Dalam kitab “Shahinya”, Imam Al-Bukhari…

Read more

BOLEHKAH BERQURBAN BERGILIR DALAM SATU KELUARGA

Ada pertanyaan, bagaimana hukum qurban bergilir dalam satu keluarga. Misal tahun ini atas nama bapak, tahun depan ibu, tahun depannya lagi anak dan seterusnya. Hal ini dipertanyaan karena ada yang menyatakan bahwa hal seperti ini tidak diperbolehkan, dengan alasan tidak pernah dilakukan oleh Nabi. Untuk menjawab pertanyaan di atas, akan kami bawakan sebuah penjelasan yang…

Read more

Bermadzhab Syafi’i itu Keren

Bermadzhab Syafi’i itu keren Sedikit demi sedikit, pelan tapi pasti, kesadaran untuk bermadzhab dengan salah satu dari madzhab yang empat, khususnya madzhab Syafi’i semakin tinggi. Semakin banyak penutut ilmu terkhusus dari kalangan yang asalnya tidak bermadzhab atau bahkan anti madzhab, yang mulai memutuskan diri untuk pindah haluan mengikuti madzhab Syafi’i. Kami optimis, gelombang bermadzhab di…

Read more

Ziarah Kubur di Hari Raya

Ziarah kubur di hari raya Ziarah kubur hukum asalnya mustahab (dianjurkan) di seluruh waktu menurut Jumhur (mayoritas) ulama termasuk di dalamnya madzhab Syafi’i, berdasarkan perintah nabi ﷺ dalam hal ini. Bahkan imam An-Nawawi sampai menukil ijma’ (konsensus) ulama dalam hal ini di dalam kitab Syarah Shahih Muslim : jilid 7, hlm. 47. Nabi ﷺ bersabda…

Read more

Tidak semua pernyataan Imam Syafi’i pasti menjadi madzhab Syafi’i

Tidak semua pernyataan Imam Syafi’i pasti menjadi madzhab Syafi’i. Dan tidak semua perkara yang tidak dinyatakan imam Syafi’i (secara spesifik) tidak menjadi madzhab Syafi’i. Dan untuk menjadi syafi’i (pengikut madzhab imam Syafi’i), tidak disyaratkan untuk mengikuti seluruh pendapat Imam Syafi’i secara total (100%).Kemudian, dalam madzhab Syafi’i sendiri ada pendapat mu’tamad dan ada yang ghairu mu’tamad….

Read more

Gelar Haji Tidak Masalah

Adat di masyarakat kita, Indonesia, biasanya seorang yang telah menunaikan ibadah haji digelari dengan Haji (disingkat H), misal H. Fulan. Termasuk para guru agama yang sudah sampai pada tingkatan tertentu, biasanya dapat ijazah dari gurunya dengan gelar kiai. Kalau sudah menunaikan ibadah haji, biasanya dirangkap menjadi kiai haji disingkat K.H. Fulan. Gelar seperti ini boleh-boleh…

Read more

Boleh Banget Puasa Syawal sebelum Bayar Utang Puasa, Tapi Ada Syaratnya

Puasa Syawwal Boleh bagi seorang yang masih punya hutang puasa Ramadhan untuk puasa enam hari di bulan Syawwal. Jika membayar hutang terlebih dahulu, maka ini lebih utama.Imam An-Nawawi (w. 676 H) berkata : وَالْأَفْضَلُ أَنْ تُصَامَ السِّتَّةُ مُتَوَالِيَةً عَقِبَ يَوْمِ الْفِطْرِ فَإِنْ فَرَّقَهَا أَوْ أَخَّرَهَا عَنْ أَوَائِلِ شَوَّالٍ إِلَى أَوَاخِرِهِ حَصَلَتْ فَضِيلَةُ الْمُتَابَعَةِ  “Yang paling…

Read more

PANDUAN RINGKAS SHALAT & KHUTBAH HARI RAYA DALAM PRESPEKTIF MADZHAB SYAFI’I

Oleh : Abdullah Al Jirani Shalat Ied (hari raya) hukumnya sunah mu’akkadah (sunah yang ditekankan). Jumlahnya dua rekaat. Dianjurkan untuk ditunaikan secara berjama’ah dan boleh juga sendiri-sendiri. Paling utama dikerjakan di masjid, dan boleh juga dikerjakan di luar masjid seperti lapangan. Tidak disunahkan adzan dan iqamat di dalamnya, tapi cukup diganti dengan kalimat “Ash-Shalatu jami’ah”…

Read more