Barusan aja ngeliat Twitter, ternyata hari ini ada trending topic yang menarik. Tagar #JiwaKemanusiaanPolri masuk ke deretan 3 besar trending topic Indonesia hari ini.
Ternyata setelah diklik ada berita polisi bantu menguburkan jenazah pasien Covid-19. Kemudian ramai-ramai buzzer polisi memainkan isu tersebut hingga menembus trending Indonesia.
Ironisnya, isu tersebut diangkat bertepatan dengan ramainya pemberitaan Qidam Alfariski. Qidam adalah pemuda kelahiran Tambarana, Poso yang setiap hari bekerja serabutan.
Pada Jumat pagi (10/04/2020), Qidam dilaporkan tewas tertembak di belakang Polsek Poso Pesisir Utara. Saat dikembalikan ke pihak keluarga, jenazah ditemukan dengan penuh luka siksaan, leher dan kaki dalam kondisi patah, hingga luka tembak.
Yang lebih menyakitkan, bagi keluarga korban, malam harinya Polda Sulteng mengeluarkan statemen di beberapa media bahwa Qidam Alfariski terlibat aksi terorisme dan jaringan Ali Kalora atau Mujahidin Indonesia Timur (MIT).
Mengenai hal ini, Irwan Mowance, ayah Qidam membantah pernyataan polisi. Dengan tegas ia menjawab, “Saya tidak terima Polisi bilang anak saya terlibat kasus terorisme. Anak saya tidak pernah terlibat kegiatan yang mencurigakan. Apalagi dibilang ikut MIT, Itu fitnah dan bohong,” kata Irwan di SuaraMerdeka.
Hingga detik ini, pihak keluarga masih terus mencari keadilan atas kematian Qidam Alfariski. Pihak kepolisian masih bungkam dan tak berani terus terang menjawab pertanyaan keluarga korban. Bahkan untuk mengantarkan jenazahnya saja polisi tak sanggup.
Kalau begini, kita patut bertanya Di mana #JiwaKemanusiaanPolri ??
Kita perlu sampaikan informasi yang berimbang di media. Selain ada berita polisi baik yang rela menguburkan jenazah pasien Covid-19, di belahan lain bumi NKRI ada juga polisi kejam yang tega menyiksa dan menembak mati anak bangsa di bawah tuduhan terorisme.
Yuk ramai-ramai kita pertanyakan, DI MANA #JIWAKEMANUSIAANPOLRI ???
Fajar Sadikov
admin Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *