Saudaraku perhatikan firman Allah Subhanahu wa ta’ala berikut : 

قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Katakanlah: “Sesungguhnya Rabbku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendakiNya), akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Qs. Saba 36]

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah :

“Bahwa pemberian dan menahan rezeki tidak terkait dengan pemuliaan bagi seseorang maupun penghinaan baginya. Akan tetapi, itu semua merupakan ujian dari Allah kepada hamba-Nya.” (Taisirul Karimir Rahman)

Beliau rahimahullah juga berkata :

“Kekayaan dan kemiskinan, keluasan dan sempitnya rezeki adalah cobaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan ujian untuk menguji para hambaNya, supaya dapat diketahui siapa saja yang bersyukur dan bersabar, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membalasnya dengan pahala yang besar..” (Taisirul Karimir Rahman)

Ibnu Katsir rahimahullah :

“Masalahnya tidak seperti yang di perkirakan. Tidak seperti pandangan yang pertama, dan juga tidak seperti pandangan yang kedua. (Sebab) Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kekayaan kepada orang yang Allah cintai dan yang tidak Allah cintai. Allah pula menyempitkan rezeki pada orang yang Allah cintai dan yang tidak Dia cintai. Landasan terpenting dalam masalah ini ialah ketaatan kepada Allah dalam dua kondisi tersebut, jika berlimpah harta, hendaknya bersyukur kepada Allah atas nikmat itu, bila mengalami musibah, kekurangan, hendaknya bersabar.” (Tafsir al-Qur`anil ‘Azhim)

📗 Shahih Fiqih Wanita

admin Rezeki, Tafsir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *