Allah memerintahkan kita untuk menjadi muslim bukan untuk kebutuhan-Nya. Dia tidak butuh apa pun dari kita. Allah berfirman,
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لا تُرْجَعُونَ
“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? (Al-Mukminun 115)
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُوْنِ
“Aku tidak menciptakan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56)
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
“(Allah) yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian, siapa yang lebih baik amalnya. Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (Al-Mulk: 2)

*Allah Mahatahu Kita Tidak Tahu*
Dia memerintahkannya karena Dia tahu apa yang terbaik bagi kita. Dia yang menciptakan kita, Dia Mahatahu lahir batin kita. Kita yang seringkali tidak tahu tentang kita, tentang yang terbaik buat kita sendiri.
إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“Sesungguhnya Allah mengetahui sedangkan kalian tidak mengetahui.” (An-Nahl: 74)
إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
“Sesungguhnya Dia Mahatahu isi dada (manusia).” (Al-Mulk: 13)
وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“Bisa saja kalian tidak suka pada sesuatu padahal ia lebih baik bagi kalian. Bisa juga kalian menyukai sesuatu padahal ia buruk buat kalian. Allah mengetahui sedangkan kalian tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

*Islam dan Kemaslahatan Kita*
Islam itu untuk kemaslahatan kita. Para ulama sepakat dalam hal ini. Kemaslahatan dunia akhirat. Kemaslahatan yang hendak dicapai meliputi: dien (agama), jiwa, akal, harta, kehormatan, dan keturunan.
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
“Kami tidak mengutusmu melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (Al-Anbiya`: 107)
وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ
“(Allah) tidak menjadikan kesusahan dalam dien ini bagi kalian.” (Al-Hajj: 78)

*Tidak Ada Pilihan Lain*
Semua manusia yang hidup setelah zaman kenabian Rasulullah Muhammad صلى الله عليه وسلم harus beriman kepada beliau. Allah tidak menerima selainnya.
إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ
“Sesungguhnya dien—cara hidup—yang diterima oleh Allah hanyalah Islam.” (Ali ‘Imran: 19)
وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Barangsiapa yang mencari dien—cara hidup—selain Islam, sekali-kali tidak akan diterima. Dan orang itu di akhirat termasuk golongan orang-orang yang merugi.” (Ali ‘Imran: 85)
Semua ini hanya untuk kemaslahatan dirinya dan manusia yang ada di sekitarnya. *[Imtihan Syafi’i/Madiun, 29 J. Ula 1438 H]*

admin Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *