[ILMU, HAFALAN dan PEMAHAMAN ]
 
Syaikh Abdul Aziz At-Tharifi فك الله أسره  mengatakan :
 
أكثر العلوم يتحصلها الإنسان من قراءة الكتب ودوام النظر فيها حفظا وفهما
 
“Kebanyakan ilmu yang diraih oleh seseorang itu merupakan hasil dari membaca buku dan kontinuitasnya di dalam menelaah baik itu secara menghafal atau memahami apa yang ia baca.”
 
وأما العلماء والمدرسون فيعطون مفاتيح العلموم ويرسمون الطريق إليها
 
“Adapun Ulama dan Guru, maka mereka hanya memberikan kunci-kunci ilmu dan menggambarkan jalan yang jelas menuju ilmu tersebut.”
 
الحفظ والفهم قدمان للعلم لا يسير إلا بهما
 
“Hafalan dan pemahaman merupakan dua kaki bagi ilmu yang tidak mungkin ia dapat berjalan kecuali dengan kuduanya.”
 
العلم حفظ وفهم
 
“Ilmu itu merupakan perpaduan antara hafalan dan pemahaman.”
 
فالحفظ بلا فهم جهل وغرور
 
“Dan hafalan yang tidak dibarengi dengan pemahaman adalah bentuk kebodohan dan tipuan belaka.”
 
والفهم بلا حفظ ضعف وقصور
 
“Dan pemahaman yang tidak dibarengi dengan hafalan merupakan kelemahan dan kekurangan.”
 
بَلْ هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ
 
“Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu.” [QS. Al-Ankabut, 49]
 
العلم الذي لا يحفظ في الصدور دليلا وتعليلا لا يسمى صاحبه عالما
 
“Ilmu yang tidak dihafal di dalam dada beserta dalil dan ta’lil (reason) maka pemiliknya tidak disebut sebagai ahli di dalamnya.”
 
ومسالة لا تستطهرها لست بعالم فيها
 
“Dan (apabila ada) suatu pembahasan/permasalahan yang tidak bisa kamu utarakan dalam sekejap, maka kamu bukan ahli di dalamnya.”
 
(أسطر , 381)
 
Qultu : 
 
Syaikh At-Tharifi berbicara berdasarkan pengalamannya selama bertahun-tahun berkecimpung dalam dunia ilmu. 
 
Yang beliau katakan memang benar, bahwa dosen di kelas itu hanya sekedar memberikan kita kunci-kunci untuk meraih ilmu.
 
Adapun kalau kita mau lebih, maka sering-seringlah menelaah kitab dan jangan mencukupkan diri dengan apa yang didapat dari bangku kuliah.
 
Lalu, ilmu merupakan perpaduan antara hafalan dan pemahaman.
 
Tanpa keduanya ilmu tersebut pincang tak bisa berjalan.
 
Orang sekedar paham tanpa hafal, maka ia memiliki kelemahan dari segi pengutaraan dalil atau pendapat yang tidak bisa dia ungkapkan saat dibutuhkan.
 
Begitu juga orang hanya mengandalkan hafalan tanpa pemahaman, dia sekedar menyimpan maklumat tanpa tahu dan mengerti maksud dan isi dari apa yang ia hafal. 
 
Menghafal Al-Qur’an dan Hadits itu sangat bagus, lebih bagus lagi apabila dipahami makna beserta kandungannya.
 
Memiliki pemahaman yang baik juga bagus, tapi lebih bagus lagi kalau menghafal Al-Qur’an dan Hadits.
 
 

admin Andang Supriana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *