Mengingatkan kesalahan imam dengan ucapan tasbih bagi wanita

Adakalanya terjadi kesalahan saat seorang suami mengimami istrinya. Lalu istri berusaha untuk mengingatkannya dengan cara tashfiq (membenturkan bagian dalam telapak tangan kanan ke punggung telapak tangan kiri). Setelah diingatkan dengan cara itu, ternyata suami belum perhatian sehingga istri berinisiatif untuk mengingatkannya dengan mengucapkan “subhnallah”(Maha Suci Allah). Bolehkah yang seperti ini ?

Kalau secara hukum boleh-boleh saja dan tidak memudharatkan shalatnya, dalam arti shalatnya tetap sah, akan tetapi menyelisihi sunah. Kebolehan dalam hal ini apabila imamnya berstatus suami atau mahramnya. Jika ajnabi (orang asing), maka seyogyanya ditinggalkan karena dikhawathirkan akan menimbulkan fitnah. Cara mengingatkan imam yang sesuai sunah, untuk laki-laki dengan mengucapkan “Subhanallah” dan untuk perempuan dengan tashfiq (membenturkan bagian dalam telapak tangan kanan ke punggung telapak tangan kiri).

Disebutkan dalam kitab “Kifayatul Akhyar”, hlm. (118), syaikh Taqiyyuddin Al-Hishni Asy-Syafi’i (w.829 H) menyatakan :

وَلَوْ صَفَّقَ الرَّجُلُ وَسَبَّحَتْ الْمَرْأَةُ لَمْ يَضُرّ وَلَكِنَّهُ خِلاَفُ السُّنَّةِ

“Seandainya seorang laki-laki (mengingatkan kesalahan imam) dengan bertepuk tangan dan wanita dengan mengucapkan subhanallah, maka hal itu tidak memudharatkan. Akan tetapi hal itu menyelisihi sunah.”

Penyataan syaikh di atas memberikan pelajaran penting bagi kita, bahwa tidak mesti sesuatu yang menyelisihi sunah berstatus sebagai bidah. Contohnya pada kasus di atas. Masih ada berbagai perincian dan dhawabith (batasan) ‘njlimet’ yang perlu kita pahami. Tidak bisa dipukul rata seenak kita sendiri.

Wallahu a’lam

•| Abdullah Al-Jirani


admin Abdullah Al-Jirani, Fiqih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *