Kalau dakwahmu dimusuhi, jangan kecil hati. Sebab, semua pembawa kebenaran pasti dimusuhi. Meskipun ia seorang Nabi.

Kalau dakwahmu sedikit pengikutnya, jangan kecil hati. Belum tentu banyak pengikut itu cermin kebenaran. Bahkan nabi pun ada yang tidak punya pengikut. Ada yang pengikutnya hanya satu dua. Ada yang pengikutnya segelintir saja.

Tahukah engkau, 950 tahun Nabi Nuh berdakwah, berapa banyak pengikutnya? Beberapa riwayat menyebutkan jumlah yang berbeda. Jumlah terbanyak, menurut salah satu riwayat yang mengatakannya, adalah 80 orang. Artinya, kalau dirata-rata, setiap sepuluh tahun, pengikut Nabi Nuh bertambah tidak lebih dari satu orang.

Dakwah itu kesabaran. Ketelatenan. Pasang surutnya cukup dinikmati. Lapang maupun sempit jangan membuatmu berhenti. Meski perjalanan teramat panjang, janganlah merasa lelah. Tetaplah istiqamah di atas jalan, betapa pun banyak aral melintang.

Dakwah itu, bukan beban bagimu untuk diikuti atau tidak diikuti. Namun, dakwah itu tugas untuk menyampaikan pesan Rabbmu. Ya, sekadar menyampaikan, apa adanya. Tidak lebih. Soal diikuti atau tidak, itu urusan Rabbmu. Yang terpenting, tugasmu engkau tunaikan. Tanpa manipulasi.

Buat apa berdakwah, jika yang didakwahi tidak mau mengikuti? Pertanyaan itu seolah menganggap telah gagal, jika tidak mendapatkan pengikut.

Dakwah adalah alasan di hadapan Rabbmu, bahwa engkau telah menyampaikan. Juga ada harapan, kiranya masyarakat lebih waspada, tidak mudah-mudah mengabaikan pesan-pesan Tuhan.

Jadi, tidak usah menjadikan dakwah sebagai beban.

Wallahu a’lam

Hawin Murtadlo

admin Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *