Sungguh pada kisah kaum Nabi Saleh terdapat pelajaran yang penting: Yakni ketika mereka bersumpah atas nama Allah untuk membunuh Nabi Saleh, di mana mereka mengatakan:

قَالُوا تَقَاسَمُوا بِاللَّهِ لَنُبَيِّتَنَّهُ وَأَهْلَهُ ثُمَّ لَنَقُولَنَّ لِوَلِيِّهِ مَا شَهِدْنَا مَهْلِكَ أَهْلِهِ وَإِنَّا لَصَادِقُونَ

Mereka berkata: “Bersumpahlah kamu dengan nama Allah, bahwa kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba beserta keluarganya di malam hari, kemudian kita katakan kepada warisnya (bahwa) kita tidak menyaksikan kematian keluarganya itu, dan sesungguhnya kita adalah orang-orang yang benar”. (27:49)

Menunjukkan mereka itu sebenarnya mengakui Allah, bahkan bersumpah dengan nama Allah untuk membunuh Nabi Saleh. Jika mereka mengakui Allah sebagai Tuhannya, lalu apa penyebab mereka tidak mau mengikuti seruan Nabi Saleh?

قَالُوا يَا صَالِحُ قَدْ كُنْتَ فِينَا مَرْجُوًّا قَبْلَ هَٰذَا ۖ أَتَنْهَانَا أَنْ نَعْبُدَ مَا يَعْبُدُ آبَاؤُنَا وَإِنَّنَا لَفِي شَكٍّ مِمَّا تَدْعُونَا إِلَيْهِ مُرِيبٍ

Kaum Tsamud berkata: “Hai Saleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan, apakah kamu melarang kami untuk menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak kami? dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami”. (11:62)

Yaitu dikarenakan Nabi Saleh melarang mereka untuk menyembah sesembahan selain Allah.

Allahua’lam

admin Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *