Ketika iman seseorang kuat,maka ia akan merasa sedih sekali ketika kehilangan kesempatan untuk melakukan amal ketaatan

Adapun ketika imannya lemah kemudian ia kehilangan kesempatan untuk melakukan ketaatan, maka ia tak merasakan kesedihan dan kegundahan

Sebagaimana Allah menceritakan tentang sahabat2 nabi yang maknanya:

(lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena sedih, disebabkan mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka infakkan (untuk ikut berperang). (Surat At-taubah:92)


Cobalah kita ingat2 berapa banyak kesempatan untuk melakukan ketaatan yang kita tinggalkan? Atau tak bisa kita lakukan dari membaca quran, dzikir, belajar ilmu agama, sholat2 sunnah atau bahkan amalan2 wajib

Apakah kita merasa gelisah karena tak bisa melakukannya? Atau malah santai2 saja?

Dari situ kita bisa menilai kita ini benar2 beriman atau iman kita tidak benar.

Semoga Allah karuniakan pada kita taufiq dan pertolonganmya untuk selalu melakukan amalan2 ketaatan pada-Nya

admin Aboud Basyarahil, Akidah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *