MASALAH HIDUP SEBERAT APAPUN, JANGAN BERHENTI BERHARAP

Kadang kala, manusia ketika berhadapan dengan masalah baik urusan keluarga, pribadi atau bisnis, dan melihat bahwa segala cara telah dilakukan tetapi tidak ada hasil maka keputusasaan datang. Seakan akan pintu telah terutup. Manusia kadang lupa bahwa masih ada Allah ta’ala yang Menguasai Alam Semesta dimana tidak ada perkara yang tidak mungkin bagi Allah.

Nabi Zakariya ‘alaihis salaam sangat berharap memiliki keturunan, meskipun beliau sudah tua dan lemah, sedangkan sang isteri pun sudah tua dan mandul. Maka pintu yang diketuk oleh beliau adalah pintu yang Allah buka untuk setiap hamba:

“Dia (Zakaria) berkata “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, Ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera.” (QS. Maryam: 4-5)

Dan Allah pun memberikan karunia seorang anak lelaki yang sholeh, meskipun usia beliau telah menginjak 113 tahun.

“Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh”.(QS. Ali Imran: 39)

BAHKAN JALAN KELUAR & HASIL YANG ALLAH BERIKAN LEBIH DARI YANG DIPERKIRAKAN

Pada waktu nabi Musa ‘alaihis salam muda lari dari kejaran pasukan Fir’aun karena dituduh telah membuhun seorang Qibti Mesir, beliau menyelamatkan diri menuju Madian. Menjelang masuk Madian, beliau yang tengah kelelahan, kelaparan dan kehausan menolong dua orang wanita memberi minum kawanan hewan ternak mereka. setelah itu Nabi Musa ‘alaihis salaam berdoa mengadukan kefakiran dan kelemahannya:

“Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku”. (QS. al-Qashash: 24)

Yang dibutuhkan oleh nabi Musa ‘alaihis salam saat itu adalah makanan dan minuman serta tempat menghilangkan penat. Maka Allah jawab dengan memberi gaji, yang lebih dari cukup untuk sekedar makan dan minum.

“kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan dengan malu, ia berkata: “Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan Balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami”. (QS. al-Qashash: 25)

kemudian Nabi Musa ‘alaihis salaam mendapatkan pekerjaan tetap yang mampu menopang kehidupan di wilayah asing.

“Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: “Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya”. (QS. al-Qashash: 26)

Bahkan kemudian setelah kehidupan mapan Allah berikan, maka Nabi Musa ‘alaihis salam diberi rezeki oleh Allah berupa isteri:
Berkatalah dia (Syu’aib):

“Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu…”(QS. al-Qashash: 27)

Demikianlah, pertolongan Allah datang kepada siapapun orang yang tidak berputus asa kepada kasih sayang-Nya. Bagi Allah menghilangkan masalah pribadi, keluarga, bisnis, dakwah atau apapun bentuknya adalah perkara yang mudah.

Semoga Allah limpahkan kasih sayang-Nya bagi kita semua….

admin Fahrurozi Abu Syamil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *