GPK Kokohiyyun seringkali menjadikan hadîts “… walau penguasa memukul punggungmu dan merampas hartamu …” [lihat: HR Muslim no 1847] sebagai dalîl keta’atan muthlaq terhadap penguasa walau sezhôlim apapun juga, asalkan sang Penguasa tercitrakan masih sholât.

Matan hadîts tersebut diperdebatkan oleh banyak ‘ulamâ’ ahli hadîts, dan mereka mengatakan bahwa matan tersebut dho‘if – lihat: http://bit.ly/2RhMBWW ; http://bit.ly/2RfAlGn

Namun kalaupun menganggap matan itu shohîh, maka bagaimana pendapat para fuqoha terhadapnya?

Ternyata sangat berbeda sekali dengan apa yang dipahami oleh GPK Kokohiyyun, yang diajarkan ngustad-ngustad mereka.

Simak twit faidah-faidah al-‘Allâmah Syaikh Hasan Walad Dedew* حفظه الله تعالى berikut ini:

====––––====

“Hadîts (meski penguasa memukul punggungmu dan merampas hartamu) ini menurut Imâm asy-Syâfi‘î dan Imâm Ibnu Hazm, serta banyak ‘ulamâ’ lainnya, bahwa penguasa yang dimaksud di situ adalah Khulafâ’ur-Rôsyidûn al-Mahdiyyûn, dan keduanya (asy-Syâfi‘î dan Ibnu Hazm) tidaklah memasukkan penguasa-penguasa yang selain dari mereka.”

====––––====

*Syaikh Hasan Walad Dedew ini adalah seorang ‘ulamâ’ ahli hadîts asal Mauritania yang sangat disegani di Timur Tengah.

❗ Jadi paham ya bahwa pemahaman rusak ‘aqidah Neo Murji-ah GPK Kokohiyyun itu memang harus ditolak dan diberantas?

▪ IQ itu given, stupid itu pilihan.

نَسْأَلُ اللهَ الْسَلَامَةَ وَالْعَافِيَةَ

admin Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *