🍂Semacam telah menjadi kesepakatan bersama dalam dunia mereka, jika mereka ditanya tentang pasangan hidup yang mereka dambakan, maka jawabnya adalah “yang penting dia mau mengerti profesi saya”.
Demikian pula, jika di antara mereka ‘kebetulan’ menjadi pasangan pacar yang awet atau sudah bertahun-tahun menjalin suami istri tanpa cerai kemudian ditanya tentang resepnya, hampir dapat dipastikan bahwa jawaban yang muncul adalah “yang penting saling pengertian”.
Jika kita mau mencermati kalimat tersebut, yang dimaksud adalah masing-masing hendaknya tidak cemburu dan memberikan kebebasan kepada pasangannya untuk memainkan peran sesuai dengan tuntutan sutradara, atau pihak yang membayarnya, sekalipun mereka menuntut agar dia berpakaian seronok atau bercumbu mesra dengan pasangan lain dan dilihat oleh banyak manusia.
Inilah yang disebut dengan “dayyuts” yang merupakan dosa besar di dalam Islam sebagaimana yang disebutkan di dalam kitab para ulama, diantaranya Al-Kabair karya Imam Adz Dzahabi dan Kitabul Kabair karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
ثَلَاثَةٌ لَا يَنْظُرُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْعَاقُّ لِوَالِدَيْهِ وَالْمَرْأَةُ الْمُتَرَجِّلَةُ وَالدَّيُّوثُ
“Ada tiga golongan yang tidak akan dilihat oleh Allah pada hari kiamat; orang yang durhaka kepada orang tua, wanita yang menyerupai/meniru laki-laki, dan dayyuts (orang yang merelakan keluarganya berbuat kekejian/ tidak memiliki rasa cemburu).”
[HR. An Nasa’i]
Petaka hancurnya rumah tangga, pernikahan yang hanya seumur jagung dialami oleh mayoritas kaum selebritis. Pun, banyak yang melajang untuk mempertahankan popularitasnya, hingga kebahagiaan rumah tangga tak pernah mereka rasakan.
Adalah Marlyn Monroe, salah satu pendahulu mereka yang telah sampai puncak karirnya sebagai bintang film, sesaat sebelum mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri berkata, “…Akulah wanita yang paling malang di dunia ini, sedikitpun belum pernah aku rasakan kebahagiaan.”📌
📚Sumber: Sayembara Iblis di Balik Petaka Zina; Abu Umar Abdillah. 2012. Klaten: Wafa Press
=====================
💡Ajak keluarga, saudara, dan sahabat untuk join telegram smartParenting: http://goo.gl/TjzNez
admin Akhlak, Keluarga, Wanita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *