Nama asli kita shoheh bukhori dan makna setiap kata dari judul kitab ini

Imam Bukhori menamakan kitabnya dengan

الجامع المسند الصحيح المختصر من أُمور رسول الله صلى الله عليه وسلّم وسننه وأيامه

Al-Jami’ al-Musnad Ash-Shoheh al-Mukhtashor min umuri rosulillah shollallahu alaihi wa sallam wa sunanihi wa ayyamihi

Di awali dengan

Al-jami yang maknanya mengumpulkan seluruh cabang ilmu dari hadits fiqh, sejarah, qosidah2 dll

Al-Musnad karena dibawakan di dalam kitab ini hadits2 yang sanadnya bersambung sampai nabi Muhammad shollahu alaihi wasallam

Ash-Shoheh karena yang dibawakan adalah yang shoheh menurut beliau

Al-Mukhtashor : karena beliau meringkas dari 600 ribu hadits yang beliau hafal menjadi 7ribu hadits (dengan sedikit pengulangan di beberapa bab)

Dari sini bisa kita ketahui bahwa ada yang shoheh menurut imam lain, semisal shoheh menurut imam muslim tapi ternyata tidak shoheh menurut bukhori.

Shoheh menurut imam tirmidzi tapi dhoif menurut bukhori, karena masalah penshohehan dan pendhoifan hadits ini adalah perkara ijtihadiyah maka gak bisa dipaksakan

Berapa banyak hadits yang dishohehkan oleh syafii tapi didhoifkan oleh Ahmad misalnya, sehingga dari sebab hadits shoheh menurut syafi’i akan menghasilkan hukum yang berbeda karena syarat mengamalkan ibadah menurut imam syafii adalah hadits2 shoheh sebagaimana dibawakan oleh imam baihaqi dalam awal kitab beliau ma’rifatussunan wal aatsar.

Kalo di zaman sekarang kita lihat berapa banyak hadits yang kata syeikh ibn utsaimin dhoif tapi di shohehkan oleh syeikh albani, dan kita bisa tuh bilang ini “perkara khilaf maka bisa dimaklumi”

Kenapa kalo syeikh2 kita yang menshohehkan maka kita bilang harus lapang dada, tapi kalo ulama dulu kita ngotot dan ngomong seenaknya??

تلك اذا قسمة ضيزى

Sadar bung sadar, penshohehan ini saja udah perkara ijtihadiyah bukan perkara yang qothi’ dan tsubut dalalah

Dan selanjutnya pembahasan judul kitab shoheh, ketika disebutkan di judul dengan mukhtashor yang berarti ringkasan dari hadits2 yang beliau (imam bukhori) hafal

Maka bisa kita tahu kalo beliau ini hafalannya sangat banyak, bahkan disebutkan 600ribu hadits

Maka suatu kebodohan yang nyata kalo ada yang tanya madzhabnya bukhori apa?

Kita jawab bukhori itu udah sampe ke derajat mujtahid sebagaimana yang imam Ahmad isyaratkan kalo udah hafal 400ribu hadits bisa berfatwa (karena ilmunya sudah luas)

Kalo sekarang ada gak yang hafal segitu banyak hadits? Kalo ada ya silahkan gak bermadzhab

Kalo gak maka kenapa merasa bisa berfatwa? Katanya ikut madzhab bukhori? Madzhabnya bukhori berilmu sebelum berucap dan beramal

Dan perlu kita ketahui juga diawal menuntut ilmu imam bukhori bermadzhab syafii dan belajar ke guru beliau Al-Humaidi sebagaimana disebutkan dalam thobaqot syafiiah milik as-subki

Jadi beliau gak langsung jadi mujtahid dan gak bermadzhab, awalnya dengan madzhab baru jadi mujtahid

Karena itu gak ada satupun ulama yang sampe saat ini ana jumpai langsung jadi mujtahid tapi gak bermadzhab, ibn hazm awalnya bermadzhab syafii, syeikhul islam ibn taimiyah hanabilah, syaukani awalnya bermadzhab zaidiyah, syeikh albani bermadzhab hanafi

Coba Sebutin satu yang langsung jadi mujtahid gak pake madzhab?

Jangan sebutkan nama diri anda dan ustadz2 anda, karena jelas belum pantas jadi mujtahid… jangankan mujtahid jadi tholib aja di jaman imam Ahmad belum pantes sebagaimana disebutkan oleh ibn rojab dalam kitab beliau

Kalo ada orang jaman sekarang mencela madzhab, mencela orang yang memegang teguh dengan satu madzhab dengan tuduhan fanatik madzhab.

Bilang kalo dikasi hadits shoheh mereka gak mau nerima karena masih lihat ke kitab2 madzhab mereka… lah kita merujuk ke kitab madzhab dulu karena pingin tahu apa sebabnya nawawi menolak hadits ini misalnya, kan gak mungkin ada ulama menolak hadits yang shoheh kecuali ada sebab?

Marilah sadar diri, kalo ada perbedaan ulama saling memaklumi jangan saling mencela satu sama yang lain… anda mau taqlid sama siapa saja silahkan, tapi biarkan juga kami taqlid sama siapa yang kami yakini

Tapi kalo mereka ngotot, Cukup katakan mereka ini gak ngerti kadar diri mereka, mereka merasa sudah berilmu sedangkan mereka tidaklah berilmu

Kalo dalam istilah ushulnya

تصور الشيء على خلاف ما هو به

Gak usah di tafsirkan apa maknanya, karena kita tahu ini ta’rif dari istilah apa.

Aboud Basyarahil

admin Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *