Islam hadir memberi warna yang indah pada kanvas sejarah kemanusian. Memberikan cahaya bagi gelapnya kebodohan yang melanda manusia. Islam mengubah yang pada mulanya amoral menjadi bermoral, yang awalnya barbar menjadi beradab, dan dari yang mulanya benci menjadi cinta. eh?

Banyak hal yang tercerahkan dengan hadirnya Islam di tanah Jawa. Dari berbagai tradisi pagan yang dipraktekkan berhasil diubah dan dimodiffikasi sesuai cara Islam yang meMANUSIAkan manusia.

-Dahulu, jika ada yang mati maka harus dibakar, maka Islam memberi tata cara pengurusan jenazah yang lebih manusiawi; dimandikan, disholati, dikafani, dikuburkan dengan layak dan dido’akan.
-Dahulu, para raja dan bangsawan tak berbatas dalam beristri, 10,20 bahkan ratusan. Islam hadir dengan menjadikan wanita dengan kedudukan yang mulia. Tidak dihilangkan sama sekali, namun dibatasi menjadi max 4 saja. ^_^
-Dahulu, dalam kultur sosial, masyarakat dibedakan dengan tingkat sosial tertentu (kasta). Kemudian Islam hadir menghapusnya, karena dalam Islam, apapun jabatan anda. Sementereng apapun status sosial anda. Tetap di hadapan Allah, yang paling bertaqwa lah yang mulia.
-Dahulu, dalam banyak ritual pagan; seperti nyadran, yang mulanya sebagai ritual pemujaan ruh nenek moyang, diubah menjadi moment untuk mendo’akan mereka yang telah tiada. Dan embel-embel kemusyrikan dihilangkan.
-Dahulu, orang-orang begitu takut dengan berbagai takhayul dan khurafat. Menganggap banyak hal dan benda mati bisa memberi manfaat dan mudhorot. Akan tetapi saat Islam datang, keyakinan yang demikian dikikis hingga tipis. Keyakinan yang benar adalah Allah sematalah yang mampu mengatur segalanya, memberi manfaat dan madhorot.

Dan masih banyak lagi. Islam benar-benar menjadi warna yang indah yang pernah mewarnai dinding sejarah manusia di bumi pertiwi ini. Meski kita harus akui, masih banyak sisa-sisa jahiliyah tersebut yang hingga kini masih terwariskan.

Maka adalah suatu fitnah yang keji, jika ada yang mengatakan Islam mengajarkan barbarisme dan tindakan amoral lainnya. Justru Islamlah yang menjadi spirit untuk memanusiakan manusia di tanah Jawa dan nusantara.

Semoga Allah membalas semua peran para da’i dan ulama yang menorehkan sentuhan dakwah mereka pada tanah Jawa dan nusantara ini.
Fadjar Jaganegara di Bumi Nusantara

admin Islam, Jawa, Sirah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *