Mendidik anak adalah ibadah, sehingga harus ikhlas. Bukan hanya rutinitas atau kebiasaan sehari2

Allah berfirman dalam surat Al Bayyinah : 5. Tidaklah mereka diperintahkan kecuali beribadah dengan ikhlas.

Hadits Nabi : sesungguhnya amal itu tergantung niatnya. (H.R Bukhari & Muslim)

Pahala mendidik anak tergantung keikhlasannya. Pendidik yang ikhlas akan mendapatkan keutamaan2 mendidik anak

Orang yang tidak ikhlas mendidik anak, tidak akan mendapat keutamaan2 tsb. Bahkan bisa jatuh kepada kemusyrikan. Misalnya hanya ingin dipuji dan disanjung. Ini termasuk riya’ dan sum’ah.

Kalau kita ikhlas mendidik mereka, kita akan sukses dan berhasil. Sebagaimana para Nabi dan Rasul dalam mendidik kaumnya.

Allah berfirman dalam surat Hud : 29 & 51.

Nabi Nuh dan Nabi Hud berkata: Wahai kaumku. Aku tidak meminta harta atau upah. Upahku hanya dari Allah.

Orang yang ikhlas adalah orang yang medidik anak sesuai apa yg diinginkan oleh Allah & Rasul-Nya yaitu dengan ilmu & sabar. Pendidikan membutuhkan kesabaran, krn pendidikan adalah proses.

Tips mencetak anak yang shalih:
1. Mendidik mereka dgn Al-Qur’an & As-Sunnah, krn keduanya telah memberikan perhatian khusus mengenai pendidikan

2. Membaca buku2 para ulama yang berkaitan dgn pendidikan anak

3. Mengambil ibrah/pelajaran/pengalaman dari orang2 yang telah berhasil mendidik anak2 mereka.

Ketika anak2 masih kecil, PAUD, TK, SD adalah masa2 yg sangat penting. Ini ibarat tanaman yang mungil. Butuh air, udara, cahaya matahari agar tumbuh besar dan kuat. Demikian halnya dengan anak2 membutuhkan kontrol dan pengarahan sejak kecil agar mereka terbiasa melakukan kebaikan.

Kita dapati pada masa sekarang, kebanyakan ummahat mengadukan anak2 mereka. Misalnya anak2 mereka tidak terbiasa shalat shubuh di masjid. Hal ini karena tidak dibiasakan sejak kecil. Di Indonesia bukan hanya anak2 saja, namun juga orang tuanya tidak shalat di masjid.

admin Adab, Akhlak, Keluarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *