4. ‘URF
Adalah kebiasaan masyarakat yang telah dikerjakan dan tersebar di tengah-tengah mereka, atau ucapan yang telah diketahui dan dimaklumi maksud dan maknanya secara umum oleh masyarakat di sebuah wilayah.

URF dapat dijadikan sumber hukum JIKA TIDAK BERTENTANGAN dengan aturan syariat.

CONTOH
Saat membeli daging sapi di pasar, pembeli cukup mengatakan, “Bu, saya beli daging 1kg”. Dengan ucapannya tersebut, otomatis si penjual mengambilkan daging “sapi” 1kg. Penghilangan ucapan daging “sapi” tidak akan merusak akad jual beli. Karena istilah “daging” sudah diketahui secara umum bermakna “daging sapi”. Jadi, istilah DAGING, sudah menjadi ‘URF di tengah masyarakat dengan makna DAGING SAPI.

5. MADZHAB SHAHABI
Adalah kumpulan pendapat atau fatwa fikih dari salah seorang sahabat Rasulullah.

Sahabat adalah siapa saja yang bertemu Rasulullah, dia beriman, dan bersama-sama dengan beliau dalam waktu yang lama.

CONTOH
Pendapat Utsman tentang ditiadakannya shalat jum’at (diganti dengan shata dhuhur empat rakaat) apabila bertepatan dengan hari Idul Fithri atau Idul Adha.

6. SYAR’U MAN QABLANA
Adalah ketetapan hukum yang telah disyariatkan Allah kepada umat terdahulu(sebelum umat Nabi Muhammad) melalui ajaran Nabi mereka; Nabi Daud, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa.

SYARIAT nabi terdahulu, oleh para ulama diklasifikasikan menjadi dua:

A. Syariat yang tidak disebut dalam al-Qur’an ataupun as-Sunnah. Syariat ini tak berlaku bagi kita(umat nabi Muhammad)

B. Syariat yang disebut dalam al-Qur’an ataupun as-Sunnah. Hukum mengamalkannya:

Syariat yang bertentangan dengan syariat yang dibawa Nabi Muhammad. Para ulama sepakat, ini bukan syariat umat nabi Muhammad. Tak boleh diamalkan. Seperti membunuh diri sendiri ketika bertaubat.

Syariat terdahulu yang dikuatkan oleh syariat Nabi Muhammad. Syariat ini berlaku dan menjadi syariat nabi Muhammad. Contoh: perintah shiyam.

Syariat yang hanya sekedar diceritakan dalam al-Qur’an atau melalui lisan Rasulullah. Syariat ini tak diingkari dan tidak pula dibenarkan atau diamalkan. Contoh: ayat tentang qishash di dalam syariat Yahudi(QS. Al-Maidah: 45)

7. SADDUDZ DZARAAI’
Adalah larangan terhadap segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk melakukan perbuatan yang dilarang oleh syar’I karena berpotensi menimbulkan kerusakan dan marabahaya.

Sesuatu yang mengantarkan kepada hal yang haram, maka hukum sesuatu itu adalah haram.

CONTOH
Larangan bagi wanita muslimah melakukan safar tanpa ditemani mahram.
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
E-mail: majalah.hujjah@gmail.com

Majalah Fikih Islam HUJJAH

FB: Majalah Hujjah

Instagram: majalah_hujjah
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
JOIN GROUP WA BELAJAR FIKIH HUJJAH

KETIK:
nama_asal kota_no. wa_lk/pr
KIRIM KE: 085647302810

admin Fikih, Majalah Hujjah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *