*MANHAJ*

Nampaknya ada ketimpangan etika ‘bermanhaj’. Manhaj yang substansinya saja masih diperebutkan layaknya bola itu mestinya tidak perlu dikambinghitamkan untuk menyikut dadanya orang lain secara sembarangan. Faktanya, para penyorak ‘manhaj’ itu tidak hanya baku sikut, tapi juga baku tikam.

Meskipun sudah bertahun-tahun, gaung ‘manhaj’ itu masih saja memecah belah para klaimernya, Anehnya, mereka sendiri masih dengan pongahnya menyeru manusia agar bermanhaj seperti mereka. Seruannya indah secara lahir, tapi di baliknya ada benih permusuhan, bahkan ada adu tikam-menikam… lengkap dengan para pelatih berjubah… para fans yang menyulut api… korbannya adalah para penuntut ilmu yang masih merangkak tapi sudah merasa jantan karena sudah bisa melafalkan Jarh wa Ta’dil.

Wassalaam

➖ Ust Maulana La Eda (Mahasiswa S3 Univ. Islam Madinah)

admin Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *